Awesome q2a theme
0 votes
imageAtap punya fungsi penting dalam melindungi rumah dari air hujan serta sinar matahari yang bisa masuk ke dalamnya. Selain itu, penggunaan atap juga akan menambah eksterior rumah jadi lebih menarik loh. Apalagi jenis atap yang tersedia di pasaran pun begitu beragam, misalnya atap genteng. Sama seperti jenis atap lain, genteng pula memiliki banyak keunggulan dalam penggunaannya pada hunian.

Tapi sayangnya, ketika mengaplikasikan atap genteng tak jarang rumah mengalami kebocoran. Tentu saja hal ini akan menghasilkan ruangan di bawahnya sensitif terhadap kerusakan. Sehingga beberapa pemilik rumah menyiasati sesuatu ini dengan menggunakan waterproofing. Untuk mengaplikasikan waterproofing itu anda tak perlu tergesa-gesa, lantaran ada jasa pemasangan waterproofing membrane bakar yang siap untuk membantu.

Tapi ternyata tak semua jenis genteng bisa untuk diaplikasikan waterproofing. Pastinya hal tersebut akan menjadi satu diantara kenistaan dari sebuah jenis genteng. Nah, selain terkait penerapan waterproofing membrane, beberapa macam genteng juga memiliki rendah lain loh.

Kekurangan daripada Penggunaan Jenis Atap Genteng pada Hunian

Meski memiliki manfaat sebagai salah satu sesi yang melindungi rumah, ternyata jenis genteng juga mempunyai kekurangan. Nah, sebagai benda pertimbangan ketika memilih macam atap genteng, sebaiknya tahu juga beberapa kekurangannya.

1. Genteng kaca

Genteng kaca pada rumah, biasa dimanfaatkan agar ruangan mendapat nur alami dari sinar matahari. Jenis genteng ini mempunyai kekurangan dari segi harganya yang cukup mahal, dan material yang mudah terbagi. Ketika menggunakan jenis genteng kaca, anda juga tidak akan bisa mengaplikasikan waterproofing membrane untuk mencegah kebocoran.

2. Genteng terakota

Genteng terakota atau yang selalu disebut dengan genteng zona liat, sudah sangat biasa kita jumpai di Nusantara. Kekurangan dari genteng itu adalah warna bahan gampang pudar, mudah berlumut, juga mudah bocor. Selain tersebut, variasi dan ukuran genteng tanah liat ini juga cukup minim.

3. Genteng Metal

Jenis atap genteng metal ini cukup ringkih dan memiliki absorbsivitas gawat yang begitu tinggi. Ketka hujan turun, bahan itu akan menimbulkan suara hiruk-pikuk. Untuk memasang genteng metal ini, juga diperlukan ketelitian serta detail pemasangan.

4. Genteng beton

Meski penggunaan genteng beton kini tengah tren di masyarakat, akan tetapi jenis ini memiliki beberapa kekurangan. Beberapa diantaranya merupakan bobot material yang cukup berat, dan tidak sanggup memantulkan panas matahari. Disematkan genteng beton juga memilukan kebocoran, sehingga anda menitikberatkan jasa pemasangan waterproofing membrane bakar untuk melapisinya.

5. Genteng aspal atau bitumen

Di Indonesia, bitumen itu cukup jarang digunakan sebagai atap rumah. Hal tersebut karena material harus didatangkan secara impor, sehingga harganya juga relatif mahal. Kecuali itu, pada genteng aspal ini juga rawan tercipta rembesan air akibat hujan.

6. Genteng polikarbonat

imageJenis genteng polikarbonat ini mempunyai variasi yang beragam, namun harganya cukup mahal. Proses perawatan polikarbonat berongga juga dinilai lebih sulit, serta materialnya yang mudah lapuk. Kekurangan ini membuat genteng polikarbonat hanya digunakan di atap tertentu, seperti garasi dan kanopi.

Nah, itulah tadi beberapa kekurangan spesies genteng yang biasa dimanfaatkan pada atap hunian. Dengan mengetahui kekurangannya, anda dapat memilih genteng mana yang tepat untuk diaplikasikan.
asked Jan 17 by AnitaTyas156 (100 points)

Your answer

Your name to display (optional):
Privacy: Your email address will only be used for sending these notifications.
Welcome to USguide101, where you can ask questions and receive answers from other members of the community.
2,151,145 questions
314,809 answers
358,499 comments
1,883,262 users